Bahaya Ethylene Glycol dan Jengkol pada Ginjal

Uncategorized116 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Guru Besar Departemen Obstetri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Dr. Suhardjono, Sp.PD-KGH mengatakan ginjal Masalah tersebut bisa disebabkan oleh resistensi bahan kimia seperti etilen glikol sehingga orang terlalu banyak makan jengkol.

“Jaringan ginjal yang rusak bisa disebabkan oleh penyakit, obat-obatan, bahan kimia, atau karena kristal. Misalnya orang yang punya jengkol sering makan jengkol,” jelasnya dalam diskusi online di artikel “Penelitian Awal. Penyakit ginjal dan cara menjaga kesehatan ginjal”, Rabu, 27 Maret 2024.

Suhardjono menjelaskan, etilen glikol sering digunakan di banyak negara untuk mencegah mesin mobil mati di musim dingin. Namun, banyak produsen farmasi yang menggabungkan EG dengan gliserol untuk membuat sirup obat batuk anak. Reaksi yang ditimbulkannya penyakit ginjal besar di Indonesia.

Menurutnya, penyakit ginjal kronis adalah kerusakan ginjal yang serius sehingga ada pasien yang akan menjalani cuci darah (hemodialisis), ada pula yang menjalani transplantasi ginjal (mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal yang masih berfungsi dengan baik). Namun jika kerusakannya masih minimal, masih ada harapan untuk mengatasi masalah ginjal melalui pengobatan dan pengobatan. Ia mengatakan, banyak penyakit ginjal yang bisa dicegah dan diobati jika terdeteksi sejak dini.

“Tapi kalau berat, ya Tidak ada keraguanseperti penyakit ginjal lainnya,” kata Suhardjono.

Dampak negatif jengkol
Sedangkan makan jengkol terlalu banyak dapat menyebabkan kolik ginjal atau nyeri hebat akibat tersumbatnya urin oleh kristal purin. Cara untuk mengantisipasinya adalah dengan rutin memeriksakan kesehatan Anda ke dokter. Misalnya setahun sekali, lakukan medical check up untuk mencegah risiko kejengkelan dan masalah yang bisa dicegah atau ditangani dengan cepat.

Periklanan

“Sekarang BPJS juga bisa menanggung biaya MCU di hari tua untuk pemeriksaan kesehatan. Jadi lakukan pemeriksaan secara berkala,” saran Suhardjono.

Baca Juga  Jepang mewajibkan tes TBC bagi wisatawan dari enam negara, termasuk warga Indonesia

Kedua, ubah pola makan Anda agar sesuai dengan gaya hidup Anda. Diet purin dan jengkol serta potasium dan pisang harus sesuai anjuran dokter.

“Kalau kalium terkontrol, asam urat terkontrol, itu baik karena lebih banyak manfaatnya daripada bahayanya. Oleh karena itu, pengobatannya tepat untuk orangnya, kita tidak menyebut semuanya sama, tidak begitu, jadi baik. berbeda,” jelas Suhardjono.

Ia menyarankan pasien untuk menghindari makanan dan minuman olahan, yang berarti garam, gula, dll tercampur dengan makanan dan minuman. Disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan segar.

Pilihan Editor: 3 Kunci Penanganan Penyakit Ginjal Kronis Menurut Wakil Menteri Kesehatan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *