ASEAN kawasan strategis yang banyak dilirik

Uncategorized220 Dilihat

RedaksiHarian – Ketua Desk Kerja Sama Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan bahwa ASEAN merupakan kawasan strategis yang memiliki daya tarik besar sehingga dilirik banyak pihak.

“Kawasan ASEAN ini merupakan kawasan sangat strategis ke depan yang banyak dilirik karena mempunyai daya tarik yang besar,” kata Putu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikannya di acara Sidang Umum AIPA ke-44 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat.

Berangkat dari hal tersebut, kata dia, maka Sidang Umum AIPA ke-44 memiliki tujuan utama secara politik untuk mendorong stabilitas kawasan.

“Kita harus mampu secara mandiri mengawal segala permasalahan atau tantangan di kawasan ASEAN ini untuk menjaga stabilitas politik, keamanan, dan juga untuk menjaga kesejahteraan kawasan,” ujarnya.

Putu mengatakan bahwa Sidang Umum AIPA ke-44 juga akan membahas sejumlah isu, di antaranya upaya merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs) hingga ekonomi hijau. Termasuk, pembahasan yang melibatkan parlemen perempuan AIPA dan parlemen muda AIPA.

“Isu seperti kesetaraan gender pada Komite Perempuan; isu keterlibatan pemuda pada Komite Kepemudaan; Komite Politik, Ekonomi, Sosial dan Komite Organisasi yang membahas berbagai isu internal AIPA juga tentunya akan mengangkat isu sawit-nikel, isu konflik Rusia-Ukraina, Myanmar, SDGs dan green economy,” tuturnya.

Selain itu, dia menyebut AIPA juga akan mendorong agar Myanmar menerapkan Lima Poin Kesepakatan ASEAN (Five-point Consensus ASEAN) untuk mengakhiri konflik di negaranya yang kini dipimpin oleh junta militer.

Dalam penanganan demokrasi di Myanmar, dia menuturkan bahwa semula ada keinginan DPR RI untuk mengundang parlemen Myanmar yang terpilih secara demokratis yakni Committee Representing Pyidaungsu Hluttaw (CRPH) untuk hadir di Sidang Umum AIPA Ke-44.

Baca Juga  Kapan Mahfud Md akan mengundurkan diri? Demikian gambaran kelompok Ganjar-Mahfud

“Memang ada keinginan, parlemen Indonesia untuk mengundang parlemen yang demokratis dipilih oleh rakyat Myanmar yaitu Committee Representing Pyidaungsu Hluttaw (CRPH). Tentu, kita juga harus melihat negara-negara ASEAN lainnya, dan tentu kita juga harus menghargai pendapat negara-negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Putu lantas menjelaskan lima poin kesepakatan ASEAN (Five-point Consensus ASEAN) yang didorong untuk diterapkan Myanmar yaitu kekerasan harus dihentikan; dialog konstruktif untuk mencari solusi damai; adanya mediasi dari utusan khusus (special envoy)

“(Keempat) isu-isu yang berhubungan dengan human right atau kemanusiaan harus dijaga karena banyak pengungsi jangan sampai merugikan masyarakat yang tidak berdosa. Terakhir, justru ASEAN mengirim utusan/envoy untuk mengawal proses demokratisasi di Myanmar,” terangnya.

Upacara Pembukaan Sidang Umum Ke-44 AIPA, Senin, di Jakarta, dibuka langsung secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo. Tampak hadir pula, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Kemudian, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus dan Rachmat Gobel, hingga Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon.

Pada tahun 2023, DPR RI menjadi Tuan Rumah Sidang Umum AIPA Ke-44 bertema “Responsive Parliaments for A Stable and Prosperous ASEAN”, yang menandakan kali ke-7 DPR RI menjadi tuan rumah sidang parlemen untuk negara-negara di Asia Tenggara.

Post Views: 1

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *