Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan Garut tidak bisa melaut

Uncategorized112 Dilihat

TEMPO.CO, GarutTenaga angin Dan gelombang laut Hal ini membuat banyak nelayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak bisa melaut. Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir dinilai membahayakan nyawa para nelayan.

Untuk itu, Penjabat (Pj) Bupati Garut Barnas Adjidin menyiapkan bantuan berupa sembako untuk. seorang nelayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Insya Allah kami akan berusaha semaksimal mungkin membantu semampu kami, kata Barnas saat meninjau kawasan pantai yang terdampak angin kencang dan ombak di Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten. GarutSabtu, 16 Maret 2024.

Barnas dan beberapa pejabat pemerintah setempat langsung mengecek lokasi gelombang tinggi dan angin kencang yang berdampak pada pemukiman warga di kawasan pesisir selatan Garut.

Dalam kunjungannya, Barnas mengimbau para nelayan yang tidak bisa melaut agar tetap tenang karena pemerintah akan mengurus hal-hal penting bagi negara, seperti pemberian subsidi beras dan lain-lain.

Jadi bapak dan ibu jangan khawatir, kalau tidak melaut, kami siapkan nasi dan lain-lain, kata Barnas.

Ia mengatakan, dampak angin kencang dan air pasang menyebabkan rusaknya perahu dan banyak gazebo serta bangunan permanen masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

Periklanan

Karena kejadian tersebut, kata dia, Pemkab Garut dan Pemda Jabar mengambil langkah untuk mengatasinya, khususnya kebutuhan pokok masyarakat.

Ia mengatakan, “Hari ini kami juga akan memberikan bantuan insentif untuk menjamin kehidupan para korban, kemudian kami akan bekerja sama dengan pemerintah setempat bagaimana cara menangani para nelayan tersebut.”

Ia mengatakan, saat terjadi hujan lebat dan cuaca ekstrem, para nelayan diimbau tidak memaksakan diri melaut karena dapat membahayakan nyawa. .

Ia mengatakan, para nelayan harus bersabar dengan mengikuti imbauan tersebut BMKG terkait cuaca ekstrim hingga ada informasi mengenai kondisi cuaca di Garut selatan yang cocok untuk aktivitas memancing.

Baca Juga  Perilaku Uni Eropa Berubah Terhadap Israel, Apa Kritik terhadap Negara Zionis?

Pilihan Editor: Dinas Kesehatan Sorong Selatan menemukan 47 kasus malaria pada Januari-Maret



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *