Al Qaeda Serukan Aksi Balas Dendam, Susul Insiden Pembakaran Al-Qur’an di Swedia dan Denmark

Uncategorized218 Dilihat

RedaksiHarian – Kelompok militan Al Qaeda mengeluarkan imbauan untuk menyerang kedutaan besar Swedia dan Denmark di berbagai belahan dunia, pada Rabu, 16 Agustus 2023.

Seruan tersebut merupakan respons terhadap peristiwa pembakaran kitab suci Al-Qur’an yang belum lama ini terjadi di kedua negara.

Dilansir dari The Local Sweden, media propaganda Al Qaeda , As-Sahab memberi seruan balas dendam ini dalam pengumuman yang berjudul “Kewajiban untuk Menghadapi Mereka yang Agresif”.

ADVERTISEMENT

“Dua negara ‘kurcaci’ dan tercela, hampir tidak terlihat di peta dunia,” tulis isi seruan tersebut.

“Untuk para warga Muslim di Eropa, terutama yang berada di Denmar dan Swedia, kewajiban untuk membalas dendam diletakkan di pundak Anda,” demikian pesan lanjutannya.

Imbauan disertai ancaman tersebut akan ditujukan kepada diplomat yang berada di kedutaan besar Swedia dan Denmark di seluruh dunia.

Tindakan seruan ini diketahui berasal dari kemarahan kelompok Al Qaeda terhadap rangkaian pembakaran Al-Qur’an yang terjadi di wilayah Skandinavia selama beberapa bulan terakhir.

Pada Juli 2023, massa demonstran menyerbu Kedutaan Swedia di Baghdad usai kejadian pembakaran Al-Qur’an di Stockholm.

Selain itu, Dubes Swedia juga sempat diberi ultimatum untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu singkat.

Khawatir akan kemungkinan protes serupa, Maroko telah menarik duta besarnya dari Stockholm pada bulan lalu.

Tak hanya itu, pada pekan ini, Pemerintah Inggris juga memberi peringatan kepada warganya yang berencana berlibur ke Swedia.

Hal tersebut dilakukan Inggris, akan adanya kemungkinan potensi kelompok-kelompok radikal yang sedang merencanakan serangan balas dendam .

Peristiwa pembakaran Al-Qur’an yang kerap terjadi di Swedia dan Denmark selama beberapa bulan terakhir menuai kritikan keras di hampir semua negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Baca Juga  Videografer divonis 3 tahun penjara, Rebecca Klopper menemukan kenyamanan di Media Sosial.

Bahkan rezim Taliban yang kini mengambil alih Pemerintahan Afghanistan telah mengeluarkan fatwa larangan terhadap aktivitas warga Swedia maupun Denmark, termasuk di dalamnya larangan untuk memberikan makanan dan bantuan.

Jika larangan tersebut dilanggar, maka akan diberi sanksi berupa hukuman oleh Taliban.***

Post Views: 1

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *