Ahli waris Bung Hatta menuduh pejabat khusus Menteri Keuangan akan menggugatnya, apakah akan digugat secara hukum?

Uncategorized34 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaYustinus Prasowo Tak disangka ada hasil digitalisasi buku karya Mohammad Hatta berjudul Bung Hatta yang berjudul Ajaran Marx atau Pemahaman Membeo Siswa? dituduh melakukan pembajakan. Staf khusus Menteri Keuangan yang membidangi Komunikasi Strategis, Yustinus mengaku tidak ada niat untuk melakukan pembajakan.

Buku setebal 44 halaman berisi catatan Bung Hatta tentang gagasan sarjana Jerman Karl Marx. Catatan Hatta tentang Karl Marx juga menggambarkan para pengikut ekonom yang disebut Marxis. “Saya tidak punya tujuan lain kecuali agar masyarakat bisa membaca karya Bung Hatta yang sangat penting itu,” kata Prastowo di akun X miliknya, Senin, 10 Juni 2024.

Peristiwa ini bermula ketika Yustinus dalam postingan pribadinya di akun X @Prastow pada 1 Juni 2024 mengaku pernah membaca buku karya Bung Hatta. Buku bersampul oranye itu juga masuk dalam unggahan Prastowo.

Ia juga menawarkan download digital buku tersebut kepada mereka yang berminat. Saya sudah selesai digitalisasi buku Bung Hatta, silakan diunduh atau klik tautan ini untuk membaca, kata Prastowo.

Seminggu setelah diunggah ke langit, protes datang dari akun X @podunqualified. Rekening ini atas nama Ibu Halida Hatta atau ahli waris Bung Hatta. “Kami telah diberi kuasa oleh Ibu Halida Hatta untuk menyampaikan kekecewaan ahli waris Bung Hatta kepada Pak Prastowo atas kerugian yang ditulis Bung Hatta di bawah ini; “Meski sudah diturunkan, Anda tetap bisa dituntut secara hukum, ucap akun X @podunqualified pada 9 Juni 2024.

Selain itu, @podunqualified mengatakan, ia tidak pernah membagikan karya Bung Hatta tanpa disadari meski ia merupakan ahli warisnya. Dia mengatakan, keluarga Bung Hatta mengklaim hak cipta atas memoar terbitan Tinta Mas pada 1978 sebelum diterbitkan ulang oleh Gramedia. Katanya, “Kami tidak pernah menyebarkan berita karena ketidaktahuan hanya karena kami ahli waris, padahal kami tahu betul bahwa ayah kami (Bung Hatta) adalah milik masyarakat.”

Baca Juga  Bukti visual kerusakan saraf mulut

Periklanan

Mendapat pengaduan tersebut, Justinus mengaku menyesali perbuatannya. Ia menyatakan tak berniat menduduki jabatan Wakil Presiden Pertama RI. Dari lubuk hati yang terdalam, saya mohon maaf kepada keluarga Bung Hatta atas kejadian tersebut, kata Prastowo di akun X miliknya pada Senin, 10 Juni 2024.

Ia mengatakan, langkahnya mengorganisir buku Bung Hatta karena permintaan rekannya. Pasalnya, buku-buku yang dikatakan langka justru dijual dengan harga tinggi di pasaran. “Dulu banyak rekan-rekan yang siap berkreasi secara digital. Buku-buku langka dijual dengan harga tinggi di pasar buku bekas,” kata Prastowo.

Tak hanya itu, dia mengaku tidak akan mengumumkan hasil digitalisasi buku tersebut. Katanya, sikapnya mendukung pendidikan. “Hanya untuk pendidikan masyarakat. Saya juga meminta maaf kepada LP3ES karena tidak mengetahui bahwa isi buku ini sedang diperbanyak sebagai bagian dari Karya Lengkap Bung Hatta (2018). “Saya juga punya dokumen ini, meski kami belum memeriksa semua isinya,” ujarnya.

Selain itu, salinan digital buku Bung Hatta juga dihapus. Prastowo mengatakan, dirinya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Sebagai warga negara yang taat hukum, tentu saya siap dengan apa pun yang akan terjadi. Ini hanya tugas saya,” ujarnya.

ADIL AL HASAN



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *