5 Fakta KTT OKI di Gambia, Menlu Retno: OKI Akan Dorong Gencatan Senjata dengan Israel Hamas

Uncategorized26 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaArab Saudi, Maroko, dan Mesir pada Sabtu 4 Mei 2024 dipanggil bersama hentikan apinya dan perang di Gaza pertemuan OKI atau Organisasi Kerja Sama Islam ke-15 yang diselenggarakan di Banjul, Gambia. Seruan itu dilontarkan di tengah pembunuhan Israel yang masih terjadi di Jalur Gaza.

OKI atau Organisasi Kerjasama Islam merupakan salah satu forum yang digunakan Indonesia untuk menyatakan dukungannya terhadap Palestina. Indonesia merupakan anggota Komite OKI untuk Al-Quds (Yerusalem) yang didirikan pada tahun 1975.

OKI didirikan ketika para pemimpin dari banyak negara Islam bertemu di Rabat, Maroko, pada tanggal 22 – 25 September 1969, dan menyetujui Deklarasi Rabat, yang menekankan keimanan terhadap Islam, penghormatan terhadap Piagam PBB, dan hak asasi manusia. Terbentuknya OKI merupakan wujud kepedulian negara-negara Islam terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam, khususnya pasca pembakaran Masjidil Haram Al-Aqsa pada 21 Agustus 1969.

Badan pengambil keputusan tertinggi OKI adalah KTT Islam yang diadakan setiap dua tahun sekali. KTT Islam terakhir diselenggarakan di Mekkah, pada 31 Mei 2019. Pertemuan tersebut antara lain mendukung resolusi Palestina di Al Quds Al Sharif yang menekankan bahwa dunia Islam berkomitmen mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Baru-baru ini Majelis OKI mengadakan Sidang ke-15 di Gambia, hal ini benar:

1.Retno Marsudi

Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa OKI akan terus mendukung gencatan senjata segera di Gaza, antara Israel dan oposisi Palestina, Hamas. Sebab gencatan senjata akan menjadi kemajuan dalam menghentikan bertambahnya korban jiwa dan mengurangi penderitaan rakyat. Penting juga untuk menciptakan lingkungan yang tepat untuk diskusi yang adil demi solusi dua arah.

Baca Juga  Duel Borneo FC vs Persib Bandung di Liga 1: Pesut Etam percaya diri, Pangeran Biru hadapi pesan berat

Hal lainnya adalah bahwa negara-negara OKI telah diberitahu untuk mencegah kemajuan lebih lanjut dengan berfokus pada penanganan krisis kemanusiaan di Palestina dan tidak terlibat dalam konflik sipil. “Kita harus menjamin stabilitas regional dan global. Kesatuan OKI harus berkontribusi pada perdamaian, bukan memperburuk krisis,” kata Retno menegaskan.

2. Pertemuan dengan Retno Marsudi

Menlu Retno bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Menlu Bangladesh; Menteri Luar Negeri Tunisia; Menteri Negara Gambia; Menteri Luar Negeri Maroko; Menteri Luar Negeri Malaysia; Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam, dan Wakil Perdana Menteri Uganda.

Ia mengatakan, hampir seluruh pertemuan membahas masalah Palestina, dengan fokus pada dialog berkelanjutan yang diharapkan membuahkan hasil baik, termasuk terciptanya gencatan senjata.

3. Arab Saudi

Periklanan

Arab Saudi pada Sabtu 4 Mei 2024 menyerukan diakhirinya perang Gaza pada pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-15 yang diselenggarakan di Banjul, Gambia. Seruan itu dilontarkan di tengah pembunuhan Israel yang masih terjadi di Jalur Gaza.

“Masalah Palestina tetap menjadi isu terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia. Kami angkat suara umat Islam untuk mendukung saudara-saudara kami di Palestina untuk mendapatkan hak-haknya,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah.

Menurutnya, sejak penyerangan 7 Oktober 2023, Kerajaan Arab Saudi telah bekerja sama dengan negara-negara di dunia untuk melindungi masyarakat Gaza. Namun serangan militer Israel terus berlanjut, bahkan lebih buruk lagi ketika mereka menyerang warga sipil, rumah sakit, sekolah dan infrastruktur, menewaskan ratusan ribu orang.

“Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali tuntutannya untuk gencatan senjata permanen di Gaza,” kata Faisal bin Farhan bin Abdullah, yang juga ingin membuka jalan bagi truk bantuan kemanusiaan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Baca Juga  Saham China ditutup turun tajam, indeks Shanghai anjlok 2,01 persen

4. Maroko

Raja Mohammed VI dari Kerajaan Maroko juga menyerukan gencatan senjata segera karena serangan terhadap Jalur Gaza belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti Arab Saudi, Raja Mohammed VI meminta agar semua bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza.

“Kami mendorong agar tuntutan kami segera diterima. Perang di Gaza segera dihentikan sepenuhnya. Bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza. Hati kami berdarah atas kemarahan di Gaza, yang menempatkan warga Palestina dalam situasi yang mengerikan. “Ini sangat memalukan bagi umat manusia,” kata Raja Mohammed VI.

5. Mesir

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry memperingatkan Tel Aviv bahwa menolak perdamaian sama saja dengan menyeret semua negara di kawasan ke dalam ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Shoukry juga mendesak agar resolusi Dewan Keamanan PBB terkait gencatan senjata dan pembukaan pintu bantuan kemanusiaan dilaksanakan secepatnya.

MONITOR TIMUR TENGAH | ANTARANEWS
Pilihan Editor:



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *